Selasa, 11 September 2012

Cara-cara Menerima dan Penyampaian Hadits

A. Pengertian Tahammul Dan Al-Adaa'
    Tahammul adalah Mengambil hadits dari Selain dengan cara apapun yang benar yang umum. Dan "Selain" disini dinamakan oleh kebiasaan para Muhaddisin adalah "syaikhon"
    Al-Adaa' : yaitu meriwayatkan hadits dan menyampaikan kepada si Selain. Dan "Selain" isini dinamakan oleh kebiasaan para Muhaddisin adalah "Tholabul Hadits" (Pencari Hadits)
B. Cara-cara Tahammul dan Al-Adaa'  

   Cara-cara Tahammul dan cara Khususnya, yaitu ada 8 macam :
Mendengar dari Syekh, Membaca atas Syekh, Ijazah, Munawalah, Kitabah, I'lam, Wasiah, dan Wijadah
1. Cara Pertama : Mendengar dari lafadz Syekh
   Contohnya : Si Syekh membacakan hadits dan si Murid mendengarkannya, dan sama seperti si Syekh membacakan dari hafalannya atau dari catatannya dan sama dengan si seykh meng Imla' atau tidak meng Imla'.
   Tingkatan dan hukumnya : Jenis ini Tertinggi pada macam-macam Tahammul bagi Jumhur 'Ulama Salaf dan Kholaf.
   Lafadz penyampaian : Bentuk penyampaiannya << Aku mendengar atau kami mendengar , aku menceritakan  atau kami menceritakan, aku memberitakan atau kami membereitakan pedengaran, aku meyampaikan atau kami menyampaikan pendengaaran >>
2. Cara kedua : Membaca Atas Syekh 

    Dan para Muhaddisin banyak mendengarkan setoran/hafalan dari sisi bahwa Si Pembaca menyetorkan atas Syekh apa yang di bacanya sama seperti menyetorkan Al-Qur'an kepada Guru.
   Gambarannya :  Murid  membaca dan syekh mendengarkannya sama dalam cara ini si Murid menjadi Pembacanya, atau Pembaca selain dirinya dan dia mendengarkan, dan sama membaca dari kitab/catatan atau dari hafalannya, dan sama seperti Syekh mengahafal apa yg di baca atasnya atau tidak dihafal akan tetapi memang asalnya dia atau orang kepercayaan yang lainnya. 
   Tingkatan dan hukumnya : Riwayat dengan cara/jalan bacaan atas Syekh dengan riwayat yang shohih/benar dengan tanpa perbedaan, dan tingakatannya lebih rendah dari cara Assama' menurut pendapat Jumhur dan itu benar. Dan Imam Ahmad mensyaratkan dalam membaca dari orang yg tahu dan memahami, dan Imam Haromain mensyaratkan dalam syaikh yaitu jika terjadi kesalahan dari si pembaca dia dapat membetulkannya dan kecuali yang tidak benar mengambil padanya.
   Lafadz penyampaiannya : Murid berkata : << Aku membaca kepada fulan >> atau << Dibacakan atasnya dan saya mendengarkan  maka saya mengakuinya >>. Dan dibolehkan dengan mengibaratkan pendengaran terikat dengan lafadz bacaan seperti : << kami menceritakan bacaan kepadanya >>. Yang terpopuler atasnya banyak dari para Muhaditsin memutlakan lafadz << Kami mengabarkan >> saja, tanpa selainnya.
To be continued....

0 komentar:

Posting Komentar

Explore

Design by Ahmad Naufal Visit Our Website 24 Religion
Ust. Subhan
http://subhan--blog.blogspot.com
Ahmad Naufal I H (XI PAI)
http://naufal-i-h.blogspot.com
A. Syauqi (XI PAI)
http://uqiii.blogspot.com/
Riski Ade Putra U (XI PAI)
http://riskiapu13.blogspot.com
Thias A Bintang (XI PAI)
http://thiasbintang.blogspot.com
M Haikal Munzami (XI PAI)
http://haikalekal8.blogspot.com
Ecky Fahmi R (XI PAI)
http://ecky24dc.blogspot.com
Ikmal NurHakim (XI PAI)
http://ikmal--blog.blogspot.com
M Izzuddin (XI PAI)
http://himpunanmizuddin.blogspot.com/
M Imaduddin (XI PAI)
http://imad-aha.blogspot.com/